home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Makin Memanas, Ratusan Diplomat Amerika Serikat Menentang Kebijakan Donald Trump

Rabu, 01 Februari 2017 11:30 by Dits | 3614 hits
Makin Memanas, Ratusan Diplomat Amerika Serikat Menentang Kebijakan Donald Trump
image source: nbcnews.com/

DREAMERS.ID - Perintah eksekutif atau instruksi presiden Donald Trump soal keimigrasian memang terbilang kontroversial. Beragam aksi protes pun dilakukan tak hanya dari warga negara Amerika Serikat saja namun juga dari kalangan pemerintahan. Setelah Jaksa Agung Sally Yates yang menolak kebijakan tersebut, kini ratusan diplomat AS pun menentangnya.

Para diplomat tersebut menandatangani memo perbedaan pendapat kepada Kementerian Luar Negeri pada Rabu (1/02) waktu setempat, memo tersebut berisi mengenai kritikan dan ‘gugatan’ atas kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh Trump yang melarang pemberian visa bagi imigran dari tujuh negara Muslim (Muslim ban) yakni Iran, Irak, Suriah, Yaman, Somalia, Sudan, dan Libya.

Diberitakan AP, langkah tersebut merupakan pernyataan bersama dengan dukungan yang besar dan sangat jarang terjadi dalam sejarah Kementerian Luar Negeri AS. Dari informasi yang dihimpun, sumber dari Kemenlu mengungkapkan kalau telegram tersebut diterima sehari setelah Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer menghimbau kepada para pejabat yang tak setuju dengan kebijakan baru dari sang presiden agar segera mengundurkan diri.

"Mereka harus mematuhi program itu, atau silakan mengundurkan diri," ujar Spicer.

Reuters menyebut sekitar 900 diplomat telah mengikuti aksi protes tersebut dengan  menandatangani memo yang disebarkan melalui telegram selama akhir pekan lalu. Dalam dokumen ditegaskan bahwa perintah eksekutif Trump telah melawan nilai-nilai hidup Bangsa AS. Perintah itu juga bisa memicu sentimen anti-AS dalam pergaulan internasional.

Baca juga: Angka Fantastis Dari Penggalangan Dana Fans Taylor Swift Untuk Capres AS Kamala Harris

"Kebijakan yang menutup pintu bagi 200 juta pendatang legal di AS, demi sebuah keyakinan untuk mencegah masuknya segelintir orang yang berniat mengancam AS dengan menggunakan sistem visa yang ada. Hal itu tak akan membuat negara ini lebih aman,” demikian isi pernyataan para diplomat dalam telegram perbedaan pendapat tersebut.

"Pelarangan ini melawan jiwa Bangsa Amerika dan melawan nilai dari konstitusi AS yang menjadi janji kami saat dilantik sebagai pejabat federal." 

Telegram perbedaan pendapat merupakan sebuah mekanisme untuk para diplomat AS sebagai wadah penyampaian perbedaan pandangan secara internal terkait kebijakan pemerintah AS. Dalam kasus ini, pihak Menteri Luar Negeri John Kerry dikabarkan telah bertemu dengan para diplomat yang berbeda pandangan untuk berdiskusi.

Sementara itu, pemilihan kandidat Menteri Luar Negeri dalam kabinet Trump Rex Tillerson hingga kini belum dipilih, pasalnya masih menunggu persetujuan dari senat. Tillerson sendiri belum memberikan tanggapan atas munculnya kritikan dari para diplomat.

(dits/Kompas)

Komentar
  • HOT !
    Seorang pelaku utama organisasi peretasan berkebangsaan Cina, A (34), berhasil ditangkap setelah diekstradisi dari Bangkok, Thailand, ke Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, pada 22 Agustus pukul 05.05 pagi tadi. ...
  • HOT !
    They are finally here! Momen yang paling dinantikan akhirnya tiba setelah ajang pencarian bakat global CHUANG ASIA S2 resmi menutup perjalanannya melalui malam puncak Grand Debut Night yang tayang secara eksklusif di WeTV pada Sabtu, 6 April 2025 kemarin....
  • HOT !
    Son Chang Wan, mantan presiden perusahaan yang mengoperasikan Bandara Muan, Korea Selatan tempat di mana pesawat Jeju Air mengalami tragedy, ditemukan meninggal dunia di rumahnya oleh pihak kepolisian....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Jo_Chika
Cast : Jo Chika, Jo Cella, Park DoJoon, Lisa ASTRO(MoonBin, Cha Eunwoo), GOT7(Junior), Apink(Namjoo) Yuju,

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)