DREAMERS.ID - Korea Selatan dilaporkan akan melanjutkan siaran propaganda melalui speaker raksasa di sepanjang wilayah perbatasan dengan Korea Utara pada Jumat (08/01) siang ini. Hal tersebut dilakukan untuk membalas uji coba bom nuklir keempat yang dilakukan Pyongyang pada Rabu lalu.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Korsel juga melakukan siaran proganda saat kedua negara ini kembali memanas pada beberapa bulan yang lalu, namun siaran dihentikan sejak empat bulan lalu setelah keduanya mencapai kesepakatan untuk mengusung perdamaian pada 25 Agustus lalu.
“Uji coba nuklir Korut melanggar kewajiban dan komitmen dengan masyarakat internasional dan gagal menghormati perjanjian pada 25 Agustus lalu,” kata Cho Tae-yong, wakil kepala Kantor Keamanan Nasional, mengutip Korea Times.
Berdasarkan kesepakan yang dibuat kedua negara Korea, Seoul berhenti menyerukan pesan propaganda tentang rezim Kim Jong Un di Zona Demiliterisasi (DMZ) dan sepakat untuk tidak melanjutkannya kecuali ada peristiwa “abnormal” yang harus dilakukan. Dan Korsel menganggap uji coba nuklir yang dilakukan Korut adalah hal yang tidak normal.
“Akibatnya, pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan siaran propaganda pada siang hari di 8 Januari,” katanya.
Siaran propaganda lanjutan ini merupakan bagian dari program perang secara psikologis dan Korut telah menunjukkan reaksi yang sensitif akan taktik ini. Pemerintah Korut tampaknya khawatir tentang efek siaran propaganda yang mungkin bisa mempengaruhi militer dan warganya.Mengingat siaran propaganda ini dilakukan di hari ulang tahun Kim Jong Un, respon yang kuat dari negara diktator itu pun sangat diantisipasi. Dalam persiapan kemungkinan adanya provokasi, pemerintah Korsel mengatakan bahwa militernya sudah sangat siaga.
“Jika Korut membuat provokasi militer, kami dengan tegas akan membalas mereka,” kata Cho.
(fzh)