home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Hati-hati Kejahatan Jalanan Jelang Asian Games 2018, Bisa Datang dari Berbagai Modus

Jumat, 20 Juli 2018 16:00 by mikhael | 1797 hits
Hati-hati Kejahatan Jalanan Jelang Asian Games 2018, Bisa Datang dari Berbagai Modus
Image source: Okezone News

DREAMERS.ID - Persiapan jelang perhelatan Asian Games 2018 terus dilakukan, termasuk soal kriminalitas jalanan yang akhir ini marak terjadi di beberapa daerah khususnya di jantung Ibu Kota. Tak main-main, para pelaku kejahatan ini memiliki berbagai macam modus untuk melumpuhkan targetnya.

Hal itu senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. Melansir CNN Indonesia, ia mengingatkan bahwa kejahatan jalanan dapat dilakukan dengan berbagai modus.

Pernyataan itu sekaligus bagian dari upaya polisi yang tengah giat menindak pelaku kejahatan jalanan jelang Asian Games XVIII yang diselenggarakan mulai 18 Agustus mendatang. Kegiatan bertajuk Operasi Kewilayahan Mandiri itu berlangsung selama 3 Juli hingga 3 Agustus. 

Kata Argo, salah satu modus yang paling umum adalah dengan menodong baik di ruang publik maupun transportasi umum. Bentuk lain adalah dengan menjambret atau mengambil barang berharga di atas motor.

"Rata-rata mereka tidak satu orang, biasanya target mereka orang yang bawa tas, adapun kadang yang sendirian, dia langsung menodong," kata Argo di Jakarta, Kamis (19/7).

Modus kejahatan lain yang umum digunakan adalah modus ban kempes. Modus ini biasanya dilakukan oleh sekitar lima atau enam orang. Para pelaku akan berpura-pura memberitahukan kepada target bahwa ban kendaraannya bocor.

Baca juga: Cerita Kocak Dira Sugandi Yang 'Dimodusin' Siwon Super Junior

Cara mereka memberitahukan tidak bergerombol dimana biasanya, satu anggota kelompok ditugaskan mengetuk kaca mobil korban untuk memberitahu bahwa bannya telah kempes.  Modus ini kemungkinan besar akan tercapai jika target menghentikan mobilnya untuk mengecek kebenaran dari ban kempes tersebut. 

Polisi mengidentifikasi bahwa pelaku atau penjahat jalanan umumnya tidak beraksi sendirian melainkan tergabung dalam jaringan yang sudah dibentuk. Pelaku kejahatan jalanan seperti jambret, contohnya, memiliki jaringannya masing-masing. Namun setiap jaringan umumnya saling mengenal satu sama lain. 

Kelompok kejahatan jalanan juga biasanya menguasai salah satu wilayah tertentu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi aksinya ketahuan karena dengan menguasai atau mengenal wilayah secara baik, proses pelarian akan lebih mudah. Meski demikian, tidak ada pembagian wilayah yang tegas di antara setiap jaringan.

"Biasanya kalau main di Utara akan di utara terus karena mengenal daerah sana, jadi kalau dikejar petugas kabur di daerah sana lebih enak karena sudah tahu lokasinya," ucapnya. 

Dalam rentang 3 Juli hingga 12 Juli ini, Polda Metro Jaya telah mengamankan sekitar 1.952 orang. Sebanyak 320 orang telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dan 1.551 menjalani pembinaan. Sedangkan dari 320 orang tersebut sebanyak 52 orang ditembak karena melawan petugas, 11 di antaranya tewas. 

(mdi)

Komentar
  • HOT !
    YouTube Music resmi dinobatkan sebagai aplikasi streaming musik yang paling banyak digunakan oleh warga Korea Selatan sepanjang tahun lalu....
  • HOT !
    Jaksa mengatakan pada hari Kamis ini bahwa mereka telah mendakwa mantan Presiden Moon Jae in atas tuduhan penyuapan sehubungan dengan tuduhan memfasilitasi pekerjaan mantan menantunya di sebuah maskapai penerbangan....
  • HOT !
    MOP Beauty by Tasya Farasya menjadi beauty brand lokal pertama yang meluncurkan fasilitas daur ulang limbah kecantikan, MOP Beauty Waste Station x Rekosistem di RDTX Kuningan....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : Maisaveron
Cast : Nam Woohyun, Kim Hanbin, Hoshi, Hyungwon, Seolhyun, Bora, Eunha

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)