home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Alasan Mengapa Tak Boleh Rangkul Presiden Jokowi Saat Berfoto

Rabu, 21 Juni 2017 12:10 by reinasoebisono | 2279 hits
Alasan Mengapa Tak Boleh Rangkul Presiden Jokowi Saat Berfoto
Image source: Tribunnews

DREAMERS.ID - Belakangan, beredar foto dan video bagaimana pasukan pengamanan presiden atau Paspampres sibuk mengatur warga yang hendak berfoto bersama Presiden Jokowi. Para paspampres itu bersembunyi di belakang presiden dan memegangi tangan warga sembari menunduk agar tak ikut terfoto.

Hal ini sepertinya menjadi prosedur baru bagian dari pengamanan presiden. Sebelumnya, sempat beredar pula video seorang warga berusaha akrab dan merangkul Presiden Jokowi namun langsung ditepis oleh Paspampres. Lalu apa sebenarnya alasan pelarangan tersebut?

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Kepresidenan, Bey Triadi Machmudin, mengungkapkan alasan mengapa warga tak boleh merangkul presiden saat foto bersama. Menurutnya, merangkul menunjukkan etika kurang sopan menyangkut hubungan antar warga dan pemimpinnya.


Image source: Tribunnews

"Kita ini orang timur yang sangat mengutamakan budaya sopan santun. Kami anggap hal seperti itu tidak sopan," ujarnya melansir Liputan6, Selasa (20/6). "Dalam proses merangkul itu ternyata tangan warga mengenai kepala presiden, atau mengenai anggota badan yang lainnya. Itu kan tidak enak,"

Baca juga: Resmi, Menhan Prabowo Sandang Bintang 4 Di Pundaknya

Tidak bermaksud memberi jarak antar warga kepada presiden, hanya saja jika tidak diatur ada kemungkinan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Tak hanya merangkul, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan, menyentuh presiden saja sebenarnya tak boleh. Namun perlu diingat ada perbedaan menyentuh dengan bersalaman.

"Namun saking antusiasnya, terkadang warga lupa diri. Warga tidak mengetahui jika foto bersama presiden itu ada protokolernya," ujar Bey. "Kalau salaman berbeda dengan menyentuh atau merangkul. Salaman itu, kita bertatap muka. Jadi itu tidak masalah baik dari segi etika maupun keselamatan,"

Lebih lanjut, pihak istana berharap warga mau menaati protokoler yang ditetapkan demi kebaikan bersama. Karena sebenarnya, protokoler itu sudah ada sejak presiden sebelumnya. Hanya saja ketika era Jokowi sekarang, antusias warga untuk lebih dekat dengan presiden lebih tinggi, didukung dengan sikap Jokowi pula yang membaur.

(rei)

Komentar
  • HOT !
    Seorang pelaku utama organisasi peretasan berkebangsaan Cina, A (34), berhasil ditangkap setelah diekstradisi dari Bangkok, Thailand, ke Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, pada 22 Agustus pukul 05.05 pagi tadi. ...
  • HOT !
    They are finally here! Momen yang paling dinantikan akhirnya tiba setelah ajang pencarian bakat global CHUANG ASIA S2 resmi menutup perjalanannya melalui malam puncak Grand Debut Night yang tayang secara eksklusif di WeTV pada Sabtu, 6 April 2025 kemarin....
  • HOT !
    Son Chang Wan, mantan presiden perusahaan yang mengoperasikan Bandara Muan, Korea Selatan tempat di mana pesawat Jeju Air mengalami tragedy, ditemukan meninggal dunia di rumahnya oleh pihak kepolisian....

BERITA PILIHAN

FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : NWicahya
Cast : Brenda, Daniel, Rafael.

BERITA POPULER

 
 
 
^
close(x)